Bos Warung Upnormal, Rex Marindo: Menjadi Kaya,Terkenal, So What?

Date : 2018-Mar-28

Berikut merupakan sebuah tulisan yang disadur dari Burhan Solihin ( salah satu redaksi Buletin Musa'adatul Ummah Al Masoem) :

sumber: warunkupnormal.com

Bisnis kuliner yang semakin menjamur di berbagai tempat, khususnya di kota-kota besar seperti di Bandung dan sekitarnya menjadi kajian ilmu bisnis yang selalu menarik untuk dikaji. Terdapat sangat bayak sekali jenis yang ditawarkan baik dari menu hidangan itu sendiri, maupun konsep tempat / lokasi yang dipilih oleh cafe & resto. Salah satu hal yang menarik perhatian adalah konsep yang dikembangkan oleh “Warung Upnormal”. Banyak kalangan yang berfikir “Bagaimana seorang Rex Marindo (Pendiri) membuat branding keren dari sebuah produk sederhana seperti Indomie dan dijual lebih valuable sesuai kantong anak kafe lewat Upnormal?” Rex Marindo sendiri merupakan bos dari Cita Rasa Prima Indonesia (nama asli grup warung upnormal) yang senang berbagi cerita kisah jatuh bangun dalam mendirikan sebuah bisnis. Pada tahun 2013, dia memulai bisnis kuliner (sebelumnya menjadi konsultan marketing) dengn membuat Nasi Goreng Mafia bersama teman-temannya di Bandung. Dengan modal Rp.100 Juta saja (60 juta untuk sewa tempat di Jl.Dipatiukur), dia nekat banting stir dari seorang konsultan bisnis pemasaran menjadi “tukang nasi goreng”.

sumber:batampos.co.id

Warung Nasi Goreng Mafia sendiri Booming dsan dalam waktu singkat sempat menjadi 28 cabang. Setelah itu, tahun 2014 mendirikan Bakso Boedjangan yang sekarang sudah menjadi 25 cabang. Setahun kemudia, 2015 Rex dkk. Meluncurkan Warung Upnormal yang saat ini sudang mencapai 80 cabang dengan harga franchise salah satu cabangnya bisa mencapai Rp. 4 Milyar. Saat di sebuah pelatihan Endeavour Global di Malaysia dia ditanya, “Setelah Anda Kaya dan terkenal sampai orang-orang berebut mengajak selfie, lalu so what?” tanya seorang mentor. Rex punya jawaban tapi mulutnya tercekat. Dia melihat dirinya sendiri dan berfikir bahwa dia berbeda dengan OKB (oang kaya baru) yang berubah saat bisnisnya meledak. Harta OKB kerap dihabiskan untuk barang-barang konsumtif seperti baju mahal, jam tangan rolex dengan harga fantastis, mobil mewah dan lain-lain. Akan tetapi, Rex berbeda dan selalu ingat saat pertama kali sukses membuka bisnis kuliner. Lelaki kelahiran Palembang menahan diri membeli mobil dan tetap memakai motor. Uang yang didapat, dia tanamnkan kembali untuk membuka lebih banyak cabang resto.

sumber: seruni.id

Rex dulu dan sekarang tidak ada bedanya dan kemana-mana dia tak butuh memakai baju mahal,begitu kata teman-temannya. “Baju kebesarannya” adalah kaos hitam Upnormal bertuliskan “Kopi untuk Indonesia” dan tak ada secuil arloji pun di tangannya. Celana Jeans dan sepatu olahraganya juga sepatu yang dipakai kebanyakan orang dan orang pun tak tahu apakah sepatunya ini original atau KW. “Iya jadi buat apa semua (kekayaan dan ketenarannya) ini?” Kata Rex menirukan mentornya. Rex beranggapan bahwa semua itu untuk ibadah karena bisa menjadi Kran (Penyalur) rejeki bagi 3500 karyawan dan dia merasa bahagia dengan semua itu. “Kita semuanya ini sedang deal dengan The Greatest Investor:God! Jadi itu yang membuat saya tetap bersemangat”, tambahnya.

Alamat

Alamat Kontak
STIBANKS AL MASOEM
Yayasan Al Ma`soem Bandung
Jl. Raya Cileunyi Rancaekek No. 22
Jatinangor – Sumedang
Telp. (022) 7798204 – 7798340 - 08112139222
website: www.stibanks.com
email: info@stibanks.com

 

STIBANKS Group
Copyright © 2018 AL MA'SOEM