Hindari Kecanduan Internet

Date : 2016-Mar-22

Dengan semakin berkembangnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi di tengah masyarakat kita dewasa ini, menyebabkan kebutuhan masyarakat akan internet kian bertambah. Internet yang telah berubah fungsi menjadi penunjang kebutuhan primer dalam aktivitas keseharian, tidak bisa dipisahkan lagi dengan masyarakat kita yang semakin berkembang ini. Walaupun manfaatnya sangat besar bagi masyrakat, tidak bisa dipungkiri juga bila internet bisa menjadi pengaruh buruk jika pemakaianya tidak disesuaikan dengan kebutuhan.

Pernah disampaikan oleh Presiden Direktur PT XL Axiata, Dian Siswarini saat mengisi seminar di Yayasan Al Ma’soem Bandung beberapa waktu lalu “Mayoritas pengguna internet adalah dari kalangan mahasiswa. Sehingga, peluang besar untuk lahirnya inovasi baru dalam bisnis pun ada di mahasiswa. Tapi jangan lupa juga Internet is a double-edged sword tidak semua yang berasal dari internet sifatnya baik, kita harus benar-benar selektif terhadap konten yang akan kita akses,” terangnya.

Kekhawatiran masyarakat khususnya para orang tua terhadap internet tidak dapat di pandang sebelah mata, dengan munculnya banyak kasus mengenai kekerasan, pornografi bahkan penyimpangan seksual (LGBT) yang semakin marak belakangan ini semakin menambah kekhawatiran mereka.

Untuk menjawab kekhawatiran masyarakat terutama orang tua akan perkembangan putra-putri mereka, beberapa waktu lalu pada tanggal 9 Maret 2016 Yayasan Al Ma’soem Bandung menyelenggarakan seminar dengan tema “Atasi Pengaruh Gadget, Sinetron, dan Game Online dengan Cerdas” dengan pemateri dari Biro Konsultasi Psikologi Westaria, Dra Hj. Yuli Suliswidiawari M.P.Si.

Menurut beliau hal yang menjadi permasalahan mendasar mengenai dampak negatif yang ditimbulkan oleh game online dan gadget adalah penggunaan internet yang tidak sehat. Bahaya akan kecanduan terhadap internet mulai menjadi perhatian masyarakat kita. Menurut Yuli, para psikolog percaya bahwa kecanduan internet memiliki gejala yang mirip dengan gangguan mental lainnya, termasuk mudah emosi, kurang konsentrasi, dan menarik diri dari pergaulan.

Menurut Dr. Kimberly B. Young, founder The Center of Internet Addiction dan direktur The Internet Addiction Treatment Clinic, ada 5 jenis kecanduan internet:

  1. Cyber Sexual Addiction. Kecanduan kepada hal-hal yang berbau aktifitas seksual, pornografi, atau obrolan dewasa.
  2. Cyber Relationship Addiction. Kecanduan pada kegiatan-kegiatan atau penggunaan hubungan sosial via online sehingga menggantikan kehidupan di dunia nyata.
  3. Net Compulsions. Kecanduan belanja, judi, dll.
  4. Information Overload. Dorongan untuk mencari informasi-informasi/surfing ke web-web secara terus menerus tanpa tujuan jelas.
  5. Computer Addiction. Kecanduan pada permainan online.

Kalangan mahasiswa sebagai pengguna internet terbanyak diharuskan untuk lebih selektif dalam mengakses konten-konten yang mereka pilih. Dan tidak hanya itu saja, sebagai generasi perubahan (agent of change) mereka wajib menjadi generasi yang dapat dicontoh oleh masyarakat luas. Semoga dengan pembinaan akhlak dan pembinaan ilmu yang mereka terima mahasiswa dapat menjadi agent of change yang dapat menjadi inspirator bagi lingkungan mereka.

Alamat

Alamat Kontak
STIBANKS AL MASOEM
Yayasan Al Ma`soem Bandung
Jl. Raya Cileunyi Rancaekek No. 22
Jatinangor – Sumedang
Telp. (022) 7798204 – 7798340 - 08112139222
website: www.stibanks.com
email: info@stibanks.com

 

STIBANKS Group
Copyright © 2017 AL MA'SOEM