LULUS PERBANKAN SYARI’AH BISA KERJA DI SEMUA BANK

Date : 2015-Aug-05

Sistem ekonomi yang berbasir syari’ah sudah dikenal sejak lama. Akan tetapi, dalam tatanan praktik ekonomi Islam (lembaga keuangan syariah) di Indonesia, baru dimulai pada tahun 1992 yang dikuatkan oleh UU No. 7 tahun 1998 mengenai kemungkinan dibolehkannya sebuah bank beroperasi dengan sistem syariah (bagi hasil). Kemudian dikuatkan dengan dikeluarkannya UU No. 10 Industri syariah yang paling pertama kali muncul adalah Industri Perbankan. Pada tahun 1992, secara resmi di bukanya bank yang berlandaskan prinsip syariah dengan nama Bank Muamalat.

Semakin pesatnya pertumbuhan lembaga keuangan syari’ah tentu merupakan kenyataan yang sangat menggembirakan. Namun penyediaan SDM yang memadai untuk memenuhi kebutuhan lembaga keuangan yang menggunakan prinsip syariah tersebut masih sangat terbatas. Oleh karenanya diperlukan suatu langkah strategis dan nyata diantaranya adalah perlunya fasilitas pendidikan berbasis Syariah untuk menyediakan SDM yang berkualitas tentu tidaklah mudah.

Di samping lembaga keuangan syari’ah, muncul industri-industri lain sebagai bentuk pengejawantahan dari Ekonomi Ilahiah seperti Industri Asuransi Syariah (Takaful) yang mulai masuk dalam pengembangan Ekonomi Syariah pada tahun 1994. Industri Pegadaian Syariah juga ikut menjadi pemain dalam Industri Pegadaian pada tahun 2003. Bahkan, Ekonomi Syariah sudah masuk dalam pasar modal yang ditandai dengan diterbitkannya Jakarta Islamic Index pada tahun 2000.

 


Perkembangan Ekonomi Islam tersebut pada akhirnya menciptakan pasar tersendiri. Sebagai konsekuensi logis dari perkembangan bisnis syariah di Indonesia, kebutuhan akan sumber daya manusia (SDM) yang menguasai bisnis syariah menjadi sebuah keniscayaan. Jelaslah bahwa lembaga keuangan syariah (bank maupun lembaga keuangan lainnya) memiliki perbedaan karakteristik dengan lembaga keuangan non syariah (konvensional).

Perguruan Tinggi sebagai agen perubahan (agent of change), merupakan wadah dimana harapan lahirnya SDM yang memiliki kompetensi dan keahlian yang dibutuhkan oleh dunia kerja. Profesionalisme dan mental spiritual yang baik menjadi daya dukung utama dalam menjawab tantangan dunia kerja saat ini dan di masa mendatang.
Perguruan Tinggi yang membuka prodi perbankan syari’ah diharapkan mampu menjawab kebutuhan SDM untuk segala bidang ilmu dalam tataran normative maupun pragmatis termasuk bidang ekonomi syariah. Untuk memahami berbagai persoalan lembaga keuangan khususnya perbankan syari’ah, maka harus pula memahami berbagai hal yang terjadi dalam dunia perbankan yang global termasuk perbankan konvensional.

Dengan menkaji perbankan konvensional dan melakukan komparasi dengan perbankan syari’ah dengan sendirinya akan memahami berbagai permasalahan bank konvensional, sehingga pada saat telah menyelesaikan studinya/lulus secara otomatis akan dapat memahami dua sistem perbankan syari’ah dan konvensional, maka setiap yang mengkaji perbankan syari’ah akan memiliki kemampuan ganda dan berpeluang dapat bekerja di semua bank termasuk konvensional.

 

Alamat

Alamat Kontak
STIBANKS AL MASOEM
Yayasan Al Ma`soem Bandung
Jl. Raya Cileunyi Rancaekek No. 22
Jatinangor – Sumedang
Telp. (022) 7798204 – 7798340 - 08112139222
website: www.stibanks.com
email: info@stibanks.com

 

STIBANKS Group
Copyright © 2019 AL MA'SOEM