Pemberdayaan Ekonomi Umat Islam Melalui Zakat dan Infaq VS Industri Rokok

Date : 2018-Mar-23

Berikut merupakan sebuah tulisan dari salah satu redaksi Buletin Musa'adatul Ummah Al Masoem yang diambil setelah melakukan shalat Jumat di Masjid Raya Pondok Indah dengan Khatib Prof. Dr. H. Yunasril, M.A. yang merupakan dosen UIN Jakarta Syarif Hidayatullah: 

sumber: nusantara.news

Pemberdayaan Ekonomi umat belakangan ini yang dimotori alumni 212 sangatlah bagus dan perlu diapresiasi. Tapi ada satu hal yang kita tidak boleh lupa bahwa selama umat Islam masih merokok, maka selamanya ekonomi umat akan terserap dengan mudah ke tangan para penguasa yang notabene para taipan dan non muslim. Bahkan menurut majalah Forbes, beberapa diantaranya masuk 50 besar orang terkaya di Indonesia atau bahkan Asia.

Ilustrasinya begini, data Menunjukkan bahwa jumlah rokok yang terjual setiap hari di Indonesia mencapai 90 juta bungkus. Jika satu bungkus rokok dibeli dengan harga Rp10.000 saja, maka setiap hari Rp.900 milyar uang masuk ke kantong para pemilik Industri tembakau. Jika dalam 1 hari Rp.900 milyar terbakar, maka dalam 4 hari saja jumlahnya mencapai 3,6 trilyun rupiah, sedangkan dengan total jumlah WAZIS yang terkumpul dari semua LAZIS dan lembaga zakat lainnya di tahun 2016 di seluruh Indonesia "hanya" terkumpul Rp. 3,7 Trilyun. Itu artinya jumlah ZIS yang dikumpulkan dengan susah payah selama 1 tahun penuh ternyata sama besranya dengan uang yang "dibakar" lewat industri rokok selama 4-5 hari saja!! Ini adalah perbandingan yang luar biasa mencengangkan!!! 

 

sumber: assalafy.net

Seandainya umat Islam kompak dengan penuh kesadaran untuk berhenti merokok selama 1 pekan saja, maka lihat berapa uang rokok tersebut bila disisihkan untuk pemberdayaan umat? Sungguh sangat dilematis melihat fakta bahwa buruh tembakau yang mayoritas umat Islam dibayar tidak seberapa, padahal industri rokok dikuasai oleh orang-orang Non Muslim. Dan dilema yang lebih miris bisa dilihat dari pendapatan penguasa industri rokok dan tembakau bersumber dari perokok-perokok yang ternyata masih mayoritas umat Islam. Bentuk sosialisasi tentang bahaya rokok terhadap kesehatan yang selalu didengungkan para aktivis dan pemerintah dirasa belum cukup untuk "menyadarkan" umat Islam untuk berhenti merokok. Maka dari itulah, alasan Hukum Merokok menurut ajaran Islam serta PEMBERDAYAAN UMAT ISLAM saat ini dirasa jauh lebih relevan untuk berhenti merokok. Jika semua orang mendengungkan serta mempraktekan kalimat "berhenti merokok sekarang juga dan sisihkan uang rokok tersebut untuk membangun perekonomian umat", maka tidak mustahil umat Islam akan lebih sejahtera. Dan hal tersebut hanya mampu dilakukan secara berjamaah karena Ekonomi umat harus dibangun secara bersyarikat dan tidak bisa sendiri-sendiri
 

 

Alamat

Alamat Kontak
STIBANKS AL MASOEM
Yayasan Al Ma`soem Bandung
Jl. Raya Cileunyi Rancaekek No. 22
Jatinangor – Sumedang
Telp. (022) 7798204 – 7798340 - 08112139222
website: www.stibanks.com
email: info@stibanks.com

 

STIBANKS Group
Copyright © 2018 AL MA'SOEM