Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 Hijriah di Yayasan Al Masoem

Date : 2017-Nov-30

Yayasan Al Masoem Bandung beserta seluruh sivitasnya baru saja memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 Hijriah yang pada kalender Masehi jatuh pada Awal Bulan Desember. Acara yang dibuka dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an dan dilanjutkan dengan sambutan dari Dr. Ir. H. Ceppy Nasahi Ma’soem, MS., selaku Ketua Yayasan ini juga dihadiri oleh jajaran beserta karyawan yang ada di Ma’Soem Group. Pada peringatan Maulid kali ini, acara diisi dengan beberapa penampilan dari mulai pembacaan puisi, menyanyikan lagu-lagu bernafaskan islami oleh Paduan Suara Siswa Al Masoem sampai tausiyah bertemakan peran pemuda dalam perjuangan dakwah Islam.

Adapun yang mengisi tausiyah pada perhelatan tersebut adalah Dr. H. Aam Amiruddin, M.Si. Dalam tausiyahnya, pria yang sering berdakwah lewat siaran radio dan TV nasional ini membahas tentang pemuda yang hidup pada era saat ini yang biasa disebut “Generasi Milenial” (Millenial Generation). Menurutnya, ciri khas dari generasi ini adalah sangat akrab dengan Teknologi Informasi Modern, seperti komputer, gadget dan lain-lain. Teknologi Informasi yang sangat cepat inilah yang seharusnya dijadikan peluang dengan mengembangkan metode yang lebih inovatif dalam berdakwah karena informasinya bersifat real time. Dengan kata lain, efek dari kemajuan teknologi tersebut tergantung dari si penggunanya atau biasa disebut “The Man Behind Technology” dimana teknologi bisa digunakan untuk kebaikan ataupun keburukan.

Jika sejarah peradaban Islam ditelaah lebih jauh, maka akan didapatkan kisah-kisah dimana peran pemuda sangatlah vital dalam penyebaran ajaran Tauhid. Hal ini dapat dibuktikan dengan melihat beberapa nama surat dalam Al Qur’an yang diambil dari nama-nama Nabi yang saat itu masih muda. Perjuangan pemuda-pemuda tersebut dianggap sebagai “Ancaman” bagi kaum yang memusuhi Islam pada masa itu. Ini dikarenakan dakwah yang dilakukan oleh generasi muda akan lebih cepat menyebar jika dibandingkan dengan dakwah oleh generasi tua.

 

Selain itu, peran orang tua dalam mendidik anak sangatlah penting karena menurut ajaran Islam, anak merupakan titipan Allah yang nentinya akan menjadi “Zinatulhayat”, “Fitnatun” atau menjadi “Qurrota a’yun”. Adapun contoh anak yang menjadi “Zinatulhayat” (kebanggan dunia) adalah memiliki prestasi dan karir yang bagus. Sedangkan contoh anak yang menjadi “Fitnatun” (ujian/sumber masalah) adalah anak yang sulit dididik untuk kebaikan, berperilaku buruk dan lain-lain. Lain halnya dengan anak yang “Qurrota a’yun” dimana terdapat doa khusus yang diajarkan dalam Al Qur’an yang nantinya anak tersebut menjadi anak yang shaleh serta membuat hati orang tuanya menjadi tenang sekaligus menjadi penyejuk dalam kehidupan.

Salah satu kisah anak shaleh pada zaman Rasul yang patut menjadi pelajaran adalah ketika Nabi Muhammad SAW melihat anak yang penuh luka di pundak dan tubuhnya dikarenakan menggendong ibunya. Rasull pun mengatakan bahwa ridha Allah tergantung ridha orang tua dan anak tersebut akan dinilai sebagai anak shaleh yang berbakti walaupun belum cukup untuk membayar cinta kasih seorang Ibu. Peran anak dan pemuda yang shaleh menjadi sangat penting untuk terus dibahas karena merekalah yang nantinya akan menjadi penggerak dalam membentuk peradaban manusia yang lebih baik berdasarkan syariat Islam serta menjadi penolong bagi orang tuanya yang sudah meninggal. Bahkan dalam Tafsir Attobari terdapat kisah bahwa kelak akan ada beberapa orang tua yang memiliki alam kubur yang semula sempit menjadi luas dikarenakan memiliki anak yang shaleh.

Dari pemaparannya itu, pria yang akrab dengan sebutan Kang Aam ini menyimpulkan bahwa seorang pemuda yang sukses merupakan pemuda yang selalu berusaha menciptakan variabel kesuksesan dan bukan membaggakan kesuksesannya semata karena visi orang yang beriman adalah dibebaskan dari dosa dan mencapai kebahagiaan dunia akhirat. Dengan kata lain, kesuksesan itu terjadi jika saat Allah menolong kita karena ikhtiar yang dilakukan selalu dibingkai dengan kekuatan doa. Hal ini tentunya sejalan dengan kisah-kisah para Nabi dan sahabatnya yang kala itu berjuang untuk menegakkan agama Islam menjadi lebih maksimal dikarenakan usianya yang cenderung masih muda.

Alamat

Alamat Kontak
STIBANKS AL MASOEM
Yayasan Al Ma`soem Bandung
Jl. Raya Cileunyi Rancaekek No. 22
Jatinangor – Sumedang
Telp. (022) 7798204 – 7798340 - 08112139222
website: www.stibanks.com
email: info@stibanks.com

 

STIBANKS Group
Copyright © 2017 AL MA'SOEM